Utang Indonesia Mencapai Rp 6554 Triliun, Sri Mulyani Optimis Bisa Bayar, Ini yang Akan Dilakukannya

Utang Indonesia Mencapai Rp 6554 Triliun, Sri Mulyani Optimis Bisa Bayar, Ini yang Akan Dilakukannya

NASIONAL (NewsAndalas.com) - Hutang Indonesia pada akhir Juni 2021 sudah mencapai Rp 6.554,56 Triliun. Menteri Keuangan Sri Mulyani meyakini jika pemerintah bisa membayar utang tersebut.

Dia menyebutkan, Utang sebesar itu bisa dilunasi jika pemerintah bisa mengumpulkan pajak dari yang dibayar masyarakat.

"Meskipun kita menghadapi pandemi dan penerimaan negara kita merosot, oleh karena itu kita masih harus mengalami defisit dan berutang, namun kita yakin bisa membayar lagi apabila penerimaan pajak bisa dikumpulkan," ujar Sri Mulyani dilansir dari Okezone.com, Rabu 25 Agustus 2021.

Dia menambahkan, pajak juga digunakan untuk membangun berbagai hal lain yang juga penting. Salah satunya pembangunan infrastruktur.

"Selama ini kita selalu membicarakan hasil pajak seolah-olah untuk bidang yang mudah dilihat seperti membangun infrastruktur, membangun sekolah. Namun sebetulnya pajak juga membangun berbagai hal yang luar biasa penting, termasuk dukungan untuk seluruh para pendidik di Indonesia baik di sekolah negeri, sekolah madrasah, itu semua mendapat dukungan dari pajak," jelas Sri Mulyani.

Pajak juga memiliki peranan sangat penting untuk pembangunan Rumah Sakit (RS), sistem kenegaraan, serta termasuk untuk Pemilu dan Pilkada. Seluruh penyelenggaraan negara itu dibiayai oleh pajak.

Adapun, peran besar penerimaan pajak negara dalam menghadapi pandemi Covid-19, dan selama pemberlakuan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Pada tahun ini, pemerintah mengalokasikan Rp214,95 triliun untuk sektor kesehatan, yang diantaranya untuk pengadaan vaksin, program vaksinasi, penguatan 3T (Testing, Tracing, Treatment), insentif tenaga kesehatan, dan bantuan biaya perawatan pasien.

"Semuanya adalah belanja perlindungan sosial yang mencapai lebih Rp186 triliun, dan itu adalah uang hasil penerimaan pajak kita," tandasnya.

Untuk diketahui, hingga akhir Juni 2021, utang pemerintah Rp6.554,56 triliun atau 41,35% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Utang ini terdiri dari SBN Rp5.711,79 triliun dan pinjaman baik dalam dan luar negeri sebesar Rp842,76 triliun