BIDA-ROHUL Desak Kejati Riau Ambil Alih Kasus Dugaan Korupsi Jembatan Sei Batang Lubuh

BIDA-ROHUL Desak Kejati Riau Ambil Alih Kasus Dugaan Korupsi Jembatan Sei Batang Lubuh

PEKANBARU (NAC) - Sekelompok massa dari Barisan Intelektual Dari Rokan Hulu (BIDA-ROHUL) menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau, Kamis 1 April 2021 siang terkait kasus dugaan korupsi pembangunan Jembatan Sei Batang Lubuh pada ruas jalan Kota Tengah SP III, Kecamatan Kepenuhan, Rohul.

Dalam aksinya, massa BIDA-ROHUL menyampaikan sejumlah tuntutan, diantaranya mendesak Kejati Riau mengambil alih penanganan kasus dugaan korupsi pembangunan Jembatan Sei Batang Lubuh, Kota Tengah SP III Kepenuhan.

"Serta meminta Kejati Riau memeriksa Anton yang merupakan Kadis PUPR Rohul dan Indra Gunawan yang diduga terlibat dalam kasus korupsi tersebut," kata Korlap BIDA-ROHUL, Almuji Emzen.

Dalam aksi ini juga diramaikan dengan pembacaan puisi oleh Putra Amphu yang berjudul 'Kepada kawan-kawan di Jalan Keheningan' karya Teguh Esa yang begitu menggetarkan.

Sementara itu, Kabid Sosbud Kejati Riau, Ali Rahim mengucapkan terima kasih banyak kepada BIDA-ROHUL yang telah ikut serta membantu bersama-sama menegakkan hukum di Riau. "Hal ini penting karna kami juga butuh informasi serta dorongan dalam tugas penegakan hukum di Riau," ujar Ali saat menemui massa aksi.

Ali Rahim menyatakan pihaknya akan menyampaikan tuntutan massa aksi BIDA-ROHUL kepada pimpinan Kejati Riau. "Apabila rekan-rekan dari BIDA-ROHUL mempunyai data pendukung yang lainnya, baiknya langsung diserahkan saja kepada kami guna mempermudah proses hukum," sebutnya.

Berikut isi tuntutan BIDA-ROHUL saat menggelar aksi di Kejati Riau:

1. Mendesak Kejati Riau ambil alih dugaan kasus pembangunan jembatan Batang Lubuh pada ruas Jalan Kota Tengah SP III Kepenuhan, Rokan Hulu pada anggaran tahun 2018, karna proses di Kejari Rokan Hulu seperti berjalan ditempat.

2. Mendesak Kejati Riau melakukan penyelidikan dan penyidikan serta menetapkan tersangka dalam dugaan kasus pembangunan jembatan Batang Lubuh pada ruas Jalan Kota Tengah SP III Kepenuhan Rokan Hulu anggaran Tahun 2018, Karna dalam pelaksanaannya berdasarkan hasil pemeriksaan BPK RI Riau terjadi kekurangan pengerjaannya mencapai 13 persen, sedangkan pihak PUPR membayar 100 persen. Sehingga terjadi kelebihan bayar Rp1,3 milyar.

3. Mendesak Kejati Riau Periksa kadis PUPR Rokan Hulu, Bapak Anton dan rekanan kontraktor PT KIL, karena kami menduga terjadi kongkalikong yang menyebabkan kerugian Negara pada proyek ini.

4. Meminta Kejati Riau Periksa Indra Gunawan/ Ujang Lurah, karna diduga ikut terlibat dalam proyek pembangunan jembatan Batang Lubuh pada ruas Jalan Kota Tengah SP III Kepenuhan tahun 2018.

Seperti yang diketahui, dugaan penyelewengan anggaran kegiatan pembangunan jembatan Sei Batang Lubuh pada ruas Jalan Kota Tengah SP III Kepenuhan sudah mulai diselidiki sejak Januari 2020 lalu.

Kemudian setelah berproses, pada perkara dugaan tindak pidana Korupsi ini dilanjutkan dengan proses penyidikan di pertengahan Maret 2020 lalu, dan sudah memeriksa sebanyak 18 saksi yang diduga terlibat.(kah)